Recent Post

Dunia Burung Dan Hewan

Powered by FeedBurner

Tampilkan postingan dengan label Tips Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Burung. Tampilkan semua postingan

Tips-Trik Bagaimana Cara Merawat Murai Batu Liar

Tips-trik cara merawat murai batu liar atau alas
Banyak para pecinta burung khususnya yang seneng dengan burung murai batu membeli burung tangkapan hutan, atau muda hutan yang masih liar, kemungkinan karena menyesuaikan isi kantong mereka masing-masing.

Mengapa diantara mereka membeli burung hasil tangkapan hutan, padahal burung liar sangatlah riskan akan kematian di karenakan burung tersebut belum terbiasa dipelihara oleh manusia, hasilnya pada burung tersebut adalah, burung menjadi rusak bulunya atau ekornya, diatas paruh atau moncongnya pastinya pada berdarah, burung tidak mau makan apalagi mengoceh, burung tidak mau anteng atau diam dan selalu nabrak-nabrak jika kita dekati dan masih banyak lagi karakter burung liar di dalam sangkar.

Karena itu untuk memelihara burung liar khususnya Burung Murai Batu ini ada beberapa Langkah perawatannya dan sebenarnya sangat sederhana, kita hanya cukup menghindari tindakan-tindakan yg akan menambah tingkat stressnya.

Tips ini tidak juga di peruntukan untuk burung murai saja, anda bisa menerapkannya kepada burung-burung liar lainnya dan bisa ada sesuaikan dengan karakter dan jenis burung masing-masing, dan di bawah ini adalah cara menjinakkan Burung Murai Batu yang masih liar atau giras, di ataranya adalah :

  • Gantangkan MB di tempat yg tenang, tdk sering dilewati orang, jauh dari suara2 bising atau yg bisa mengejutkannya, mempunyai sirkulasi udara yg baik & tidak terlalu panas (di atas 26derajat C) sperti di bawah atap seng.
  • Pada awal tiba di rumah bisa gunakan krodong dulu selama lebih kurang 1 minggu. Berikan multivitamin pada air minum & bila dirasa perlu berikan juga antibiotic untuk langkah antisipasi, karena kita tdk tau kondisi kesehatan MB yang sebenarnya pada saat kita beli. Ganti air minum dan bersihkan tempatnya dari endapan vitamin setiap hari.
  • Jangan terlalu tergesa-gesa untuk mengenalkan MB ( Murai Batu ) /  MH ( Muda Hutan ) dengan lingkungan yang ramai. Hasilnya bukan MB menjadi jinak tetapi kemampuan adaptasinya menjadi lambat dan yg lebih parah tingkat stressnya bisa menjadi semakin tinggi.
  • Juga tidak perlu tergesa-gesa mengajari MB MH ngevoer Berikan saja pakan kesukaan dia, seperti jangkrik, kroto, belalang, UH, UB atau yg lainnya. Berikanlah makanan dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik ( jangkrik yang sehat, kroto segar / tidak basi, dll ).
  • Jika ingin menjemur MB, jemurlah sebentar pada pagi hari.
  • Kalau ada indikasi MB kutuan, tidak perlu tergesa2 untuk mengobati dengan obat kutu, terlebih yang disemprotkan dengan air.
  • Intinya tunggulah dengan sabar sampai gejala stress hilang. Indikasinya, MB MH terlihat tenang, sehat, aktif, sorot matanya bersih & syukur-syukur mulai ngriwik atau ngeplong.

Mengajari MB MH makan voer ( Ngevoer )

  • Pilih voer yang sesuai untuk MB & usahakan yangg mudah memperolehnya di tempat kita.
  • Haluskan voer & taruh didasar cawan lalu masukan kroto pada bagian atas. Pd tahap awal tidak perlu diaduk.
  • Setelah kira2 7 hari coba aduk kroto dengan voer halus, dengan komposisi lebih banyak kroto daripada voernya.
  • Coba tingkatkan porsi voer secara bertahap setiap hari.
  • Setelah yakin MB mau makan voer ditandai dg warna kotorannya, baru tempatkan voer & kroto pd cawan terpisah.

Pemilihan Sangkar

Bisa di coba dengan menggunakan sangkar yang tidak terlalu besar dahulu pada perawatan awal MB MH. Tujuannya untuk memudahkan mengajari MB keluar masuk sangkar ke keramba untuk mandi.

Mandi

Pada tahap awal masukan cepuk mandi ke dalam sangkar pada pagi hari. Letakan pada posisi cepuk tidak terkena kotoran, Semprot halus MB dengan sprayer, tidak perlu basah & tinggalkan saja. Lakukan setiap hari sampai dia mau mandi sendiri dalam cepuk. Sebenarnya untuk mandi kita tidak perlu mengajari, karena MB kalau sudah didis secara naluriah akan mandi sendiri.

Kalau sdh terbiasa mandi daalm cepuk, coba ajarkan masuk ke dalam keramba mandi. dengan meninggalkan cukup 1 tangkringan saja & memindahkannya ke depan pintu sangkar. Biasanya denga sedikit menggusah MB akan melompat masuk keramba mandi.

Kapan MB MH mulai boleh dimandikan? bisa memulainya setelah gejala stress sudah tidak terlihat lagi & yakin MB MH sudah sehat. Ada anggapan bahwa baru boleh dimandikan setelah MB ngevoer, menurut saya tidak sepenuhnya benar. Sebab saya pernah ngerawat MB MH sampai bertahun2 belum mau ngevoer.

Penjinakkan

Taruh sangkar di lantai setiap kita memberi pakan/EF. Jika MB mulai tenang mulailah kenalkan dengan keramaian secara bertahap. Gantang dari jauh dulu sambil setiap beberapa hari didekatkan. Untuk jinak total sebenarnya kecil sekali kemungkinannya, tetapi setidaknya MB MH dapat beradaptasi & mentoleransi keramaian.

Jemur

Saya biasa mengeluarkan MB pagi-pagi sekali sebelum matahari bersinar dan menggantangnya di tempat di mana apabila sinar matahari pertama memancar langsung mengenai MB. Pada tahap awal cukup jemur sebentar saja (sekitar 30 menit). Setiap beberapa hari terus ditingkatkan lama penjemurannya. Perlu diingat jagan menjemur MB sampai mangap dan tampak terengah-engah, itu pertanda MB terkena Heat Stress ( Strees Banget )

Umur berapa MB MH mulai ngeplong

Tdk ada batasan pasti. Semuanya tergantung bakat MB dan pola perawatan yang tepat terhadap MB kita. Asal MB sehat secara fisik dan mental “Pasti Bunyi”.


Baca Selengkapnya - Tips-Trik Bagaimana Cara Merawat Murai Batu Liar

Tips Mempersiapkan Burung Sebelum Kontes

Mempersiapkan Burung sebelum kontes
Banyak penggemar burung berkicau bukan sekedar hobi memelihara burung di rumah tapi juga ada yang memang mengkondisikan burung kicauannya untuk ikut di lombakan, baik itu sekedar hanya iseng - iseng saja maupun suatu Prestice di kalangan Kicau Mania untuk mendongkrak harga jual burung tersebut.

Perlu dipahami bahwa burung yang akan dibawa ke arena tempur dilapangan harus diperhatikan secara rinci, dan kita harus benar-benar memperhatikan kualitas burung kita, baik mental, volume suara, gaya, fisik, dan variasi-variasi ocehannya, tidak jarang burung yang sudah tampil bagus dirumah akan ngambek sesampainya dilapangan, bisa juga penyebabnya adalah faktor fisik dan mental yang kurang siap dan beberapa hal non teknis.

Mengikuti burung ke dalam perlombaan burung berkicau, kita harus  mengetahui kualitas mental, suara atau volume dan fisik burung kita dan jangan mengikuti nafsu keinginan kita karena yang bertanding bukan kita tapi burung kita, biasanya burung kita jika dirumah rajin berkicau dan terlihat vit tapi begitu turun di arena lomba malah melempem kaya krupuk tidak mau fighter atau tidak bekerja dilapangan, banyak hal yang demikian di alami oleh seluruh burung peserta kontes, mungkin saja hal tersebut karena kurangnya persiapan khusus yang pada akhirnya sangat membuat kita kecewa.

Ada beberapa hal sedikitnya yang perlu diperhatikan saat kita akan mengikut sertakan burung kita ke arena lomba agar kondisi mental dan performa burung stabil sesampainya di Lapangan, diantaranya adalah :
  1. Persiapkan burung yang akan dilombakan kira-kira 2 – 1 minggu burung tersebut jangan dibawa latihan atau dipertemukan dengan sejenisnya atau lawan jenisnya, namun 2-3 hari sebelum lomba boleh didekatkan dengan betinanya jika memang setelannya seperti itu ( biasanya burung anis merah ).
  2. Sering dikerodong/kain penutup sangkar dan boleh dibuka seperlunya seperti mandi jemur dan memberikannya makanan.
  3. Sesaat sebelum berangkat dari rumah menuju arena lomba, burung diberikan makanan yang segar dan alami seperti telor semut ( kroto ), ataupun buah-buahan segar seperti apel, pepaya, pear, pisang. ( Untuk pemberian kroto sebaiknya diberikan 4-5 harinya sebelum turun lapangan secara rutin berikanlah secukupnya dan jangan ada yang tersisa di sangkar, karena kroto atau makanan yang tersisa dapat menyebabkan  busuk ).
  4. Sebelum berangkat, semprotkan atau spray burung tersebut secukupnya agar burung tidak kepanasan dan akan tetap segar.
  5. Tutup sangkar burung dengan krodong secara rapat dalam perjalanan ( krodong/kain penutup sangkar) harus pas ukurannya dengan sangkarnya, jangan terlalu besar.
  6. Untuk jarak lomba yang dekat kurang dari 2 jam perjalanan burung tidak perlu diberikan obat anti stres, tapi jika perjalanan menumpuh waktu lebih dari 3 hingga 7 jam diperlukan obat anti stres sekitar 2-3 hari sebelum berangkat.
  7. Burung sebaiknnya sudah sampai di lokasi lomba, kurang lebihnya 2 jam sebelum dimulai lomba agar burung tidak mengalami stres ataupun merasa kaget, alasannya agar burung tenang dan istirahat dahulu setelah menempuh perjalanan.
  8. Simpan dan gantang burung kita sesampainya dilokasi dengan mencari tempat yang teduh dan jauhkan dari burung lomba lainnya, dan krodong segera dibuka sebagian saja agar burung dapat menghirup udara segar kembali.
  9. Beri kroto ataupun jangkrik dan ulat hongkong sesuai dengan menu dan makanannya agar burung  segar kembali.
Cukup sudah saya berbagi info kepada para pecinta burung berkicau, saya rasa tips diatas bisa dipakai jika burung anda ingin mengikuti lomba, ini adalah sekedar sharing saja yang mungkin bisa menjadi manfaat buat para pehobi burung di Indonesia, dan atas kekurangannya mohon dimaklumi.

Baca Selengkapnya - Tips Mempersiapkan Burung Sebelum Kontes

Tips Dan Trik Agar Pleci Cepat Gacor

Burung Pleci Cici Kacamata
Pada dasarnya burung pleci ini sangat mudah bunyi dan menurut saya tidak ada rawatan khusus dari burung pleci ini agar cepat bunyi, yang penting dalam pemilihan burung harus benar-benar selektif.

Berikut ini ada beberapa cara atau tips bagi penggemar burung pleci agar dapat membuat burung pleci cepat bunyi, adapun diantaranya yaitu bisa anda jadikan acuan dalm merawat burung pleci ini.


Perawatan sederhana burung pleci:
  • Pagi hari / subuh coba keluarkan burung pleci ( di embunkan hingga keluar sinar matahari menghangatkan tubuhnya secukupnya.
  • Setelah itu, mandikan burung pleci dengan semprot/sprey yang lembut atau sesuai keinginan hingga basah, biasanya dalam memandikan dengan semprot coba sediakan cepuk atau tempat minum burung tersebut jangan di lepas, biasanya begitu badan dia basah dia akan mandi di tempat tersebut.
  • Setelah mandi hingga basah, jemur secukupnya akan tetapi biarkan hanya air minum saja yang ada di dalam sangkar.
  • Kira-kira stengah jam, angkat pleci dan taruh ditempat yang teduh, berikan ulat hongkong kecil yang berwarna putih ( 2-3 ulat hongkong yang sedang ganti kulit ) tapi sebelumnya beri makan berupa buah baik pisang maupun buah lainnya juga boleh atau voer juka sudah makan voer.
  • Untuk serangga bisa juga menggunakan ulat kandang, jangkrik yang kecil, atau kroto ( kroto jangan setiap hari dan jangan banyak-banyak pemberiannya ).
  • Boleh juga dengan memberikan madu ditempatkan khusus atau tempat yang kecil, atau bisa juga anda memberikan madu dengan mengolesnya di buah pisang tersebut ( biasanya, jika sudah ada madu, pisang tidak akan dimakan ).
  • Setelah itu biarkan hingga sore menjelang, sore boleh di mandikan sesuai kebutuhan.
  • Dan nikmati ocehan burung pleci anda saat itu setelah di mandikan, jemur, dan di teduhkan.

Saya rasa hanya itu yang bisa saya bagikan kepada anda, karena dengan pola perawatan seperti itu bisa membuat Pleci saya cepat ngoceh dan dengan istilah buka paruh dan bervolume tebal serta kencang dengan berbagai kicauan yang bervarisi.

Faktor yang lainnya kenapa burung Pleci cepat gocor adalah karakter dari burung itu sendiri yang sudah mempunyai bakat bagus dan rajin berkicau, serta umurpun bisa menjadi patokan, karena bila umur burung lebih dewasa dia akan rajin berkicau dengan sendirinya.

Baca Selengkapnya - Tips Dan Trik Agar Pleci Cepat Gacor

Memaster Burung Dengan Suara Elektronik

Cara memaster burung dengan perangkat elektronik
Salah satu cara ini adalah cara yang paling mudah menurut saya, bagaimana tidak mudah, anda tidak perlu merawat dan memberi makan apalagi mandi dan jemur.

Konon katanya banyak pendapat yang berbeda-beda, cara ini dianggap jauh lebih mudah, efektif dan sekaligus murah, bayangkan saja dalam satu perangkat ini anda dapat mempunyai beberapa burung master, coba kalo anda membelinya burung master satu persatu yang benar-benar gacor, sudah berapa dana yang anda keluarkan.

Dan lagi dengan cara ini secara tidak langsung kita sudah mendukung program Konservasi alam untuk melestarikan dan menjaga agar burung-burung master tetap ada di alamnya.

Ada juga para kicau mania mempunyai pendapat, bahwa dalam memaster burung akan lebih baik jika menggunakan burung master aslinya yang sudah benar-benar gacor, bisa juga ada benarnya, karena selama ini banyak dari para kicau mania menemukan suara master dalam bentuk CD, Kaset dll yang banyak beredar dipasaran ternyata tidak sesuai dengan standart dengar untuk burung berkicau, baik dari segi kualitas suara maupun frekwensi suaranya.

Karena secara nyatanya yang pasti burung-burung anda yang di master pasti akan menirukan suaranya yang bersumber dari perangkat elektronik tersebut dan hasilnya akan sama persis dengan suara burung master yang mirip dengan burung master bukannya suara dari burung master yang asli pada umumnya, ini yang banyak tidak disadari.

Akan tetapi saran saya ada baiknya pergunakanlah rekaman suara burung master yang benar-benar telah disesuaikan dengan standart DENGAR untuk burung, tidak mengalami deviasi suara dan natural artinya suara akan sama persis dengan suara burung aslinya.

Baca Selengkapnya - Memaster Burung Dengan Suara Elektronik

Memaster Burung Dengan Burung Aslinya

Burung Pelatuk sering dijadikan burung master
Memaster dengan burung master yaitu sebagai contohnya, misalkan burung Murai dimaster dengan cucak jenggot, cililin atau kenari atau ciblek dan burung lainnya, agar si Murai dapat menirukan suara burung cucak jenggot dan kenari, hampir semua mengarah dan mengacu pada hasil akhir burung yang dimaster, yaitu variasi lagu dan tembakan adalah syarat mutlak yang harus ditiru dan harus ada, karena inti dari memaster itu adalah adanya tembakan dan irama lagu yang akan dibawa.

Bukan itu saja, selain tembakan dan tonjolan-tonjolan yang dibawa agar burung bisa tampil lebih istimewa dan dahsyat maka perlu ditambahkan variasi speed atau kecepatan dalam membawakan lagu, speed rapat biasanya paling diutamakan dalam burung lomba dilapangan, oleh karena itu kita juga harus mencari burung master yang memiliki speed rapat seperti burung geraja, lovebird, jenggot dan kenari.

Didalam memaster burung sebenarnya para pemain burung-burung lomba sudah mempunyai cara dan kiat-kita sendiri, seperti contohnya, dalam cara penempatan burung sebisa mungkin dibuat nyaman dan tenang agar siburung dengan mudah dan jelas mendengarkan burung masternya dan akan cepat menirukan burung masternya.

Juga dalam menggantang, biasanya atau ada juga posisi master berada diatas burung yang akan dimaster dengan jarak yang tidak terlalu dekat sehingga antara maaster dan burung yang akan dimaster tidak saling dilihat, tapi boleh juga ada baiknya burung yang akan dimaster dikrodong agar optimal, karena jika saling melihat dapat menyebabkan stres atau down dari salah satu burung tersebut.

Dunia Burung Dan Hewan 

Baca Selengkapnya - Memaster Burung Dengan Burung Aslinya

Memilih Anis Kembang Bahan

Tips memilih anis kembang bahan yang bagus
Anis Kembang atau punglor kembang pasti anda sudah mengenal suaranya, kicauan yang ngerol panjang dan sresetan yang nyaring membuat burung anis kembang ini merupakan burung yang perlu dipelihara.

Sebelum anda membeli burung anis kembang pastinya tentu telah mendengarkan suara ocehannya dan cara membawakan lagunya serta volume keras tebal dan tajam setelah cocok baru lah anda membelinya.

Itu jika anda akan membeli Anis kembang yang telah gacor atau Burung Anis Kembang yang sudah jadi, tapi bagaimana jika anda ingin membeli anis kembang yang masih bakalan atau masih bahan, mungkin juga akan sulit memilihnya.

Memang harga burung ini sangat mahal jika sudah gacor, tapi jika kita ingin membeli yang murah pastinya anda akan membeli burung yang masih bahan, selain relatif lebih murah dan suara atau isian pun bisa kita bentuk sedini mungkin untuk menghasilkan suara yang bagus dan komplit.

Pada tahap pembelian burung anis kembang bahan dari beberapa karakter keunggulan dalam hal suara tentu saja belum bisa kita lihat, akan tetapi kita bisa juga dengan memperhatikannya secara fisik burung tersebut kita dapat mendapatkan anis kembang bahan yang baik saat dewasa.

Salah satu calon burung anis kembang bahan yang bagus adalah dengan memperhatikan dari badan atau fisik yang panjang tapi tidak gemuk, mempunyai leher yang sedikit panjang, mempunyai paruh yang panjang serta bahu yang lebar, ciri -  ciri yang demikian kelak burung ini akan memiliki volume yang tebal dan keras.

Tapi bukan itu saja jika ingin mendapatkan anis kembang yang bagus, kita pun mesti memastikan burung tersebut jantan dan betinanya, karena anis kembang jantan dia akan memiliki suara kicauan yang bervariasi tapi jika betina hanya monoton saja dalam membawakan kicauannya.

Adapula beberapa kriteria kita dalam memilih anis kembang yang bagus dan baik, hal ini menurut saya bisa juga sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli anis kembang di pasar, diantara kriterianya adalah :
  • Pertama, perhatikan matanya, bila mata tampak menonjol, berarti mayoritas burung jantan, tapi sebaliknya bila datar, tentulah berkelamin betina, patokan tersebut bisa digunakan pada saat kita memilih burung yang masih piyik, trotolan, maupun bakalan.
  • Kedua, yang berlaku untuk pemilihan anis kembang bakalan adalah dengan mengamati bulu-bulu di bagian pantat, bulu-bulu di bagian pantat anis kembang betina umumnya polos sewarna, yaitu putih, pada anis kembang jantan ada beberapa baris bulu berwarna hitam yang berlekuk-lekuk menyerupai pola gambar awan, pada burung yang masih piyik dan trotolan memang belum jelas terlihat, tetapi pada burung-burung bakalan pola tersebut sudah bisa dilihat. namun hal ini tidak juga menjadi patokan karena kenyataannya ada beberapa burung jantan yang tidak memiliki pola tersebut.
  • Ketiga, tubuh yang langsing dan panjang adalah ciri khusus yang dimiliki oleh anis kembang jantan selain itu haya berdirinya yang tegap tidak membungkuk dan bagian bulu pada pahanya yang kelihatan menandakan bahwa anis kembang tersebut jantan. sementara untuk betina lebih banyak memiliki tubuh yang gendut sehingga membentuk huruf D dengan gaya berdiri cenderung doyong atau membungkuk.
Yang belum Pernah mendengarkan Suara Anis Kembang Ngerol, ini dia Ocehannya :
Baca Selengkapnya - Memilih Anis Kembang Bahan

Tips Dan Trik Dalam Merawat Lovebird Anakan

Cara memberikan Makan lovebird anakan
Jika anda memutuskan untuk meloloh menggunakan indukan, anda harus menambah porsi makan indukan menjadi tiga kali lipat dari biasanya, karena jika asupan makanannya tidak tercukupi, indukan bisa stress dan dapat berakibat kematian. 

Anda juga harus sering membersihkan kandang agar tidak menimbulkan penyakit bagi anakan lovebird, perlu diingat, dalam pembersihan kandang anda harus berhati-hati agar induk lovebird tidak stress.

Seperti halnya merawat anakan jenis burung lainnya, merawat anakan burung lovebird tidaklah mudah. Dalam merawat anakan burung lovebird, anda harus memilih apakah ingin memberi makan anakan lovebird tersebut sendiri (handfeeding) atau melolohnya lewat indukannya.

  • Alat-alat
Untuk melakukan pelolohan, anda dapat menggunakan suntikan berukuran 10mL yang ujungnya diberi karet angin. Karet angin ini dipasang di ujung suntikan (tempat jarum) yang berfungsi untuk menyalurkan makanan ke dalam kerongkongan anakan lovebird.

  • Melakukan Hand Feeding (Meloloh Sendiri)
Jika anda ingin meloloh anakan lovebird sendiri (handfeding) maka anda harus memperhatikan beberapa faktor, diantarang adalah waktu. Anda harus benar benar memiliki waktu yang cukup untuk meloloh anakan lovebird. Anakan lovebird yang akan anda loloh minimal telah berusia dua minggu karena pada usia ini kondisi fisik anakan lovebird sudah cukup kuat.

  • Kotak Inkubator
Kotak inkubator berfungsi sebagai tempat untuk anakan lovebird setelah mereka diambil dari glodog (kotak sarang). Anakan lobird sebaiknya tetap dirawat di dalam kotak inkubator sampai usianya mencapai dua bulan. Ukuran kotak inkubator harus disesuaikan denga jumlah anakannya, untuk 5 ekor anakan ukuran kotak yang sesuai adalah 30 cm X 30 cm X 50 cm. Kotak inkubator ini harus dilengkapi dengan lampu berdaya 5  watt. Dasar kotak inkubasi diberi substrat (bahan-bahan) seperti yang ada di dalam glodog, bahan-bahan ini secara rutin harus diganti untuk menjaga kebersihan kotak inkubator.

  • Bahan Makanan
Untuk melakukan handfeeding anda harus menentukan bahan makanan apa yang akan anda berikan pada anakan lovebird. Bahan makanan yang umumnya digunakan adalah bubur bayi dari beras merah atau kacang hijau. Selain itu anda juga dapat menambahkan jagung dan sayuran yang sudah diblender  (dihaluskan). Anda harus memperhatikan suhu bahan makanan yang akan anda berikan pada anakan lovbird. Pastikan suhunya berada pada kisaran 38-40 derajat celcius. Untuk anakan yang masih muda berikan makanan yang encer, kemudian  ditambah kekentalannya seiring pertambahan usia anakan lovebird.

  • Melakukan Pelolohan
Lakukan pemberian makan setiap 5-6 jam sekali. Setiap anakan diberi makan sampai temboloknya terlihat penuh. Jika sudah penuh hentikan pamberian pakan. Penberian makan berikutnya adalah samapi temboloknya sudah kosong (biasanya 4-5 jam), terkadang ada anakan lovebird yang temboloknya lebih cepat kosong. Namun, jika temboloknya sangat lama kosong kemungkinan lovebird tersebut mengalami masalah pencernaan.

Sumber Artikel : Cara Merawat Lovebird Anakan

Baca Selengkapnya - Tips Dan Trik Dalam Merawat Lovebird Anakan

Bagaimana Ternak Burung Kenari

Cara ternak kenari pemula
Burung Kenari secara alamiah mempunyai masa-masa reproduksi untuk mempertahankan generasinya, untuk mendapatkan yang benar-benar telah siap kawin perlu dibutuhhkan pengalaman yang cukup dalam memilih kenari sebelum kita memulainya.

Para penangkar yang belum berpengalaman memang sering mengalami kesulitan untuk mengetahui burung kenari yang sudah siap melakukan reproduksi atau belum, karena itu ada salah satu cara yang sangat sederhana untuk mengetahui burung kenari yang sudah siap kawin atau belum, adalah melihat dan mendengarkan secara langsung burung tersebut sudah bernyanyi nyaring atau belum.

Umumnya, burung kenari jantan pada usia 7-8 bulan telah berbunyi cukup nyaring, sedangkan burung kenari betina sudah mengalami perubahan fisik, yakni perut disekitar alat kelamin menjadi lebih besar dan kencang seperti bisul mau pecah.

Indukan burung kenari yang akan ditangkarkan sebaiknya dipilih yang memiliki bentuk tubuh ideal, warna bulunya mulus, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus, tidak cacat fisik baik paruh, sayap, maupun kakinya, dan tidak sedang dalam proses ganti bulu.

Indukan kenari memiliki irama pernapasan yang normal, jika bernapas bulu ekor tidak tampak ikut bergerak. Burung kenari yang ketika bernapas bulu ekor ikut bergerak menandakan bahwa burung tersebut saluran pernapasanya terganggu. Jika tidak ditangani dengan sungguh-sungguh, maka burung tersebut akan mengalami kematian. 

Indukan burung kenari yang akan ditangkarkan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kesulitan buang kotoran. Burung kenari yang mengalami kesulitan dalam mengeluarkan kotoran berarti didalam tubuhnya sedang terjadi gangguan pencernaan. 

Burung Kenari Jantan siap Jodoh
  • Suaranya nyaring dengan irama yang panjang dan tidak terputus-putus.
  • Jika didekati oleh burung kenari betina pada saat bernyanyi menunjukan gerakan naik turun.
  • Jika dipegang dan diamati, alat kelaminya tampak menonjol besar dan panjang berwarna kemerah-merahan.
Burung Kenari Betina siap Jodoh
  • Gelisah jika mendengar suara kenari jantan.
  • Bulu sayap dikepak-kepakan sambil berbunyi mencicit jika mendengar suara burung kenari jantan.
  • Sering mengangkut serat-serat daun kering dibawa kesana-kemari sambil terbang.
  • Jika dipegang dan diamati, sekitar alat kelamin sudah tampak halus bersih dari bulu dan berwarna kemerah-merahan, jika disentuh dengan jari tangan akan terasa seperti bisul mau pecah.
  • Jika diamati secara teliti, anus tempat terjadinya proses proses perkawinan sudah tampak terbuka lebar daripada biasanya dan disekitarnya tampak mengkilat/berminyak.

Baca Selengkapnya - Bagaimana Ternak Burung Kenari