Recent Post

Dunia Burung Dan Hewan

Powered by FeedBurner

Burung Enggang Statusnya Terancam Punah

Burung Enggang Status waspada terancam Punah
Ekspedisi Uud Danum di Kabupaten Sintang menemukan fakta masih terus berlangsungnya pembantaian burung enggang, salah satu jenis satwa dilindungi. Enggang dibantai untuk diambil paruhnya dan diperdagangkan.

Anggota Ekspedisi Uud Danum, Firdaus, mengatakan, pembantaian terjadi di salah satu desa di Kecamatan Ambalau, Sintang. "Ada sedikitnya 14 ekor enggang yang diburu dan dibantai di wilayah itu," ujarnya, Rabu (19/12/2012).

Enggang adalah burung yang menjadi simbol Kalimantan Barat. Sepanjang tahun 2012, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar telah menggagalkan penyelundupan 270 paruh enggang.

Firdaus menjelaskan, paruh enggang dari Sintang itu kemudian dijual ke Sarawak, Malaysia. Dari tangan pemburu, paruh enggang itu dihargai Rp 4 juta per buah.
( Sumber : Kompas.com ).

Burung Dari Kalimantan


Burung Enggang atau Burung Rangkong ( bahasa Inggris: Hornbill ) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. 

Nama ilmiahnya "Buceros" merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti "tanduk sapi" dalam Bahasa Yunani. Burung Enggang tergolong dalam kelompok Bucerotidae yang termasuk 57 spesies. Sembilan spesies daripadanya berasal endemik di bagian selatan Afrika. Makanannya terutama buah-buahan juga kadal, kelelawar, tikus, ular dan berbagai jenis serangga.

Enggang ( Allo, Ruai/Arue sebutan bagi orang dayak ) adalah jenis burung yang ada di pulau Borneo. Burung enggang memiliki ukuran tubuh cukup besar, yaitu sekitar 100 cm. Ada sekitar 8 jenis burung enggang dengan warna tubuh perpaduan antara hitam dan putih, sedangkan warna paruhnya merupakan perpaduan warna kuning, jingga dan merah. 

Ciri khas dari burung ini adalah adanya cula paruh (casque) yang tumbuh di atas paruhnya. Burung yang makanannya buah ara ini mempunyai tingkah laku bersarang yang khusus. Burung enggang mempunyai kebiasaan hidup berpasang-pasangan dan cara bertelurnya merupakan suatu daya tarik tersendiri.

Pada awal masa bertelur burung jantan membuat lubang yang terletak tinggi pada batang pohon untuk tempat bersarang dan bertelurnya burung betina.kemudian burung jantan memberi makan burung betinanya melalui sebuah lubang kecil selama masa inkubasi, dan berlanjut sampai anak mereka tumbuh menjadi burung muda. 

Mengapa burung Enggang ini di jadikan sebagai simbol oleh suku dayak? Burung ini menyimbolkan suku dayak layaknya burung Merpati menyimbolkan kesucian dan keabadian dalam keagamaan Kristiani. Karena itu pula, burung enggang ini dijadikan sebagai contoh kehidupan bagi orang dayak untuk bermasyarakat agar selalu mencintai dan mengasihi pasangan hidupnya dan mengasuh anak mereka hingga menjadi seorang dayak yang mandiri dan dewasa. 

Namun sekarang ini burung enggang merupakan burung langka yang sudah sangat sulit di temui di hutan borneo, ini dikarenakan pengerusakan hutan borneo yang terus-menerus terjadi, seperti penebangan hutan baik illegal logging maupun untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. 

Nasib burung enggang ini sekarang sama seperti nasib suku Dayak di borneo yang semakin terpinggirkan di tanahnya sendiri. Sekarang burung ini hanya sebagai simbol dan hanya dapat dilihat dalam suatu rekaman gambar yang menunjukkan masa kejayaannya dimasa lampau. 

Burung ini hanya dapat dilihat sebagai simbol yang dilukiskan berupa motif seperti pada gambar ini. Kasihan sekali nasib mereka. Sebagian yang tersisa darinya hanya sebuah gambar dan segelintir bagian paruh dan bulu yang tetap di simpan rapi oleh masyarakat suku dayak. ( Sumber : Wikipedia )
Jika artikel ini bermanfaat, anda bisa copy paste dengan mencantumkan Link nya di bawah ini


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar