Recent Post

Dunia Burung Dan Hewan

Powered by FeedBurner

Burung Cangkurileung-Kutilang-Ketilang

Burung Genthilang, ketilang
Burung Kutilang ini dapat membatu petani ketika sekelompok burung-burung itu memakan serangga atau ulat yang menjadi hama petani, tapi kadang disangkanya memakan buah atau hasil tanaman sehingga petani juga kadang ikut memburu burung ini karena dianggap hama tanaman.

Seharusnya para petani juga harus lebih mengetahui kebiasaan burung ini dalam mencari sumber makanan sehingga tidak salah menyangka dan memburu, ini untuk menjaga keseimbangan alam, karena burung ini sangat aktif di alam dalam mengekplorasi lingkungan ketika mencari makanan dan kumpul berkelompok.

Burung yang termasuk ke dalam famili pycnonotidea dan bergenus pycnonotus ini, memiliki kebiasaan berkumpul bersama kelompoknya dan berkicau bersama di alam bebas yang kadang juga menampakan jambul di kepalanya ketika sedang senang atau bercanda dengan anggota kelompoknya.

Makanan burung kutilang sangatlah umum seperti, pisang masak, pepaya masak, serangga, ulat, kupu-kupu dan lain-lain.

Sehingga kadang-kadang petani tidak suka dengan burung ini karena mau memakan pisang atau pepaya yang masak di pohon. Ketika orang tertarik dengan burung ini untuk dipelihara dan diperdagangkan, kini burung kutilang sudah sangat susah untuk dijumpai secara berkelompok, karena terlalu banyak diburu dan ditangkap untuk diperdagangkan di pasar-pasar hewan.

Menurut penuturan para penggemar burung, katanya, suara burung ini mendapat nilai 'mati', apabila sempat dibunyikan si burung pada perlombaan burung ( kontes suara burung ).

Pernah beberapa penggemar burung mencoba menyulap burung Kutilang ini menjadi burung yang istimewa, dengan mencoba memaster burung ini dari 'anakan', bahkan dari 'piyik', sudah diperdengarkan dengan suara-suara masteran yang dianggap baik.

Pada usia remaja menjelang dewasa, ternyata burung ini pun mampu menirukan berbagai suara-suara burung masteran yang dianggap istimewa.

Tetapi pada saat burung ini menjelang dewasa, dan digantung di luar rumah, mendengar kicauan burung-burung Kutilang liar yang berkicau di alam sekitar rumah, maka semua suara masteran yang sudah terekam pada burung Kutilang peliharaan ini pun 'hilang sirna', dan kembali ke suara aslinya, yaitu 'suara Kutilang'.

Sehingga bagi para penggemar burung, burung Kutilang ini pun dikesampingkan dan disisihkan, karena dianggap sebagai burung 'pelupa'.

Burung Kutilang / ketilang sudah terkenal sejak dulu terutama di daerah jawa dan bali, Burung jenis ini banyak disukai orang untuk di pelihara karena mudah dalam perawatan dan pemberian makanannya.

Burung yang di Jawa terkenal dengan sebutan GETHILANG ini, memiliki suara yang sangat khas dalam berkicau, maka orang sangat suka memelihara untuk dijadikan hiburan atas kicauanya yang sangat nyaring dan bisa dilatih jika dipelihara dari anakan.

Burung ini bisa di dapatkan di pasar-pasar burung jika ingin memelihara untuk hewan kesayangan dan harganya-pun tidak terlalu mahal seperti jenis lainnya.

Sumber : Dari berbagai sumber
 
Baca Selengkapnya - Burung Cangkurileung-Kutilang-Ketilang

Tips-Trik Bagaimana Cara Merawat Murai Batu Liar

Tips-trik cara merawat murai batu liar atau alas
Banyak para pecinta burung khususnya yang seneng dengan burung murai batu membeli burung tangkapan hutan, atau muda hutan yang masih liar, kemungkinan karena menyesuaikan isi kantong mereka masing-masing.

Mengapa diantara mereka membeli burung hasil tangkapan hutan, padahal burung liar sangatlah riskan akan kematian di karenakan burung tersebut belum terbiasa dipelihara oleh manusia, hasilnya pada burung tersebut adalah, burung menjadi rusak bulunya atau ekornya, diatas paruh atau moncongnya pastinya pada berdarah, burung tidak mau makan apalagi mengoceh, burung tidak mau anteng atau diam dan selalu nabrak-nabrak jika kita dekati dan masih banyak lagi karakter burung liar di dalam sangkar.

Karena itu untuk memelihara burung liar khususnya Burung Murai Batu ini ada beberapa Langkah perawatannya dan sebenarnya sangat sederhana, kita hanya cukup menghindari tindakan-tindakan yg akan menambah tingkat stressnya.

Tips ini tidak juga di peruntukan untuk burung murai saja, anda bisa menerapkannya kepada burung-burung liar lainnya dan bisa ada sesuaikan dengan karakter dan jenis burung masing-masing, dan di bawah ini adalah cara menjinakkan Burung Murai Batu yang masih liar atau giras, di ataranya adalah :

  • Gantangkan MB di tempat yg tenang, tdk sering dilewati orang, jauh dari suara2 bising atau yg bisa mengejutkannya, mempunyai sirkulasi udara yg baik & tidak terlalu panas (di atas 26derajat C) sperti di bawah atap seng.
  • Pada awal tiba di rumah bisa gunakan krodong dulu selama lebih kurang 1 minggu. Berikan multivitamin pada air minum & bila dirasa perlu berikan juga antibiotic untuk langkah antisipasi, karena kita tdk tau kondisi kesehatan MB yang sebenarnya pada saat kita beli. Ganti air minum dan bersihkan tempatnya dari endapan vitamin setiap hari.
  • Jangan terlalu tergesa-gesa untuk mengenalkan MB ( Murai Batu ) /  MH ( Muda Hutan ) dengan lingkungan yang ramai. Hasilnya bukan MB menjadi jinak tetapi kemampuan adaptasinya menjadi lambat dan yg lebih parah tingkat stressnya bisa menjadi semakin tinggi.
  • Juga tidak perlu tergesa-gesa mengajari MB MH ngevoer Berikan saja pakan kesukaan dia, seperti jangkrik, kroto, belalang, UH, UB atau yg lainnya. Berikanlah makanan dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik ( jangkrik yang sehat, kroto segar / tidak basi, dll ).
  • Jika ingin menjemur MB, jemurlah sebentar pada pagi hari.
  • Kalau ada indikasi MB kutuan, tidak perlu tergesa2 untuk mengobati dengan obat kutu, terlebih yang disemprotkan dengan air.
  • Intinya tunggulah dengan sabar sampai gejala stress hilang. Indikasinya, MB MH terlihat tenang, sehat, aktif, sorot matanya bersih & syukur-syukur mulai ngriwik atau ngeplong.

Mengajari MB MH makan voer ( Ngevoer )

  • Pilih voer yang sesuai untuk MB & usahakan yangg mudah memperolehnya di tempat kita.
  • Haluskan voer & taruh didasar cawan lalu masukan kroto pada bagian atas. Pd tahap awal tidak perlu diaduk.
  • Setelah kira2 7 hari coba aduk kroto dengan voer halus, dengan komposisi lebih banyak kroto daripada voernya.
  • Coba tingkatkan porsi voer secara bertahap setiap hari.
  • Setelah yakin MB mau makan voer ditandai dg warna kotorannya, baru tempatkan voer & kroto pd cawan terpisah.

Pemilihan Sangkar

Bisa di coba dengan menggunakan sangkar yang tidak terlalu besar dahulu pada perawatan awal MB MH. Tujuannya untuk memudahkan mengajari MB keluar masuk sangkar ke keramba untuk mandi.

Mandi

Pada tahap awal masukan cepuk mandi ke dalam sangkar pada pagi hari. Letakan pada posisi cepuk tidak terkena kotoran, Semprot halus MB dengan sprayer, tidak perlu basah & tinggalkan saja. Lakukan setiap hari sampai dia mau mandi sendiri dalam cepuk. Sebenarnya untuk mandi kita tidak perlu mengajari, karena MB kalau sudah didis secara naluriah akan mandi sendiri.

Kalau sdh terbiasa mandi daalm cepuk, coba ajarkan masuk ke dalam keramba mandi. dengan meninggalkan cukup 1 tangkringan saja & memindahkannya ke depan pintu sangkar. Biasanya denga sedikit menggusah MB akan melompat masuk keramba mandi.

Kapan MB MH mulai boleh dimandikan? bisa memulainya setelah gejala stress sudah tidak terlihat lagi & yakin MB MH sudah sehat. Ada anggapan bahwa baru boleh dimandikan setelah MB ngevoer, menurut saya tidak sepenuhnya benar. Sebab saya pernah ngerawat MB MH sampai bertahun2 belum mau ngevoer.

Penjinakkan

Taruh sangkar di lantai setiap kita memberi pakan/EF. Jika MB mulai tenang mulailah kenalkan dengan keramaian secara bertahap. Gantang dari jauh dulu sambil setiap beberapa hari didekatkan. Untuk jinak total sebenarnya kecil sekali kemungkinannya, tetapi setidaknya MB MH dapat beradaptasi & mentoleransi keramaian.

Jemur

Saya biasa mengeluarkan MB pagi-pagi sekali sebelum matahari bersinar dan menggantangnya di tempat di mana apabila sinar matahari pertama memancar langsung mengenai MB. Pada tahap awal cukup jemur sebentar saja (sekitar 30 menit). Setiap beberapa hari terus ditingkatkan lama penjemurannya. Perlu diingat jagan menjemur MB sampai mangap dan tampak terengah-engah, itu pertanda MB terkena Heat Stress ( Strees Banget )

Umur berapa MB MH mulai ngeplong

Tdk ada batasan pasti. Semuanya tergantung bakat MB dan pola perawatan yang tepat terhadap MB kita. Asal MB sehat secara fisik dan mental “Pasti Bunyi”.


Baca Selengkapnya - Tips-Trik Bagaimana Cara Merawat Murai Batu Liar

Burung Pleci Mania

Pleci Dada Putih
Burung Pleci adalah burung kecil yang imut dengan lingkaran putih di sekitar mata ( kacamata ) kini memang tengah menjadi primadona di setiap penjuru daerah, hampir disetiap pelosok desa atau kecamatan sampai desa demam pleci menia yang melanda.

Nama Pleci kacamata berasal dari keluarga Zosterops yaitu merupakan marga penciri burung kacamata, dan memiliki jumlah anggota terbesar. Secara tradisional, kelompok ini dimasukkan ke dalam suku Zosteropidae, namun berdasarkan kajian filogeni terbaru, bisa jadi kelompok ini merupakan bagian dari suku Timaliidae. 

Demam burung Pleci ini akhir-akhir ini memang sedang melanda di beberapa daerah tengok saja di kios burung di berbagai  kota atau pasar burung hampir setiap kios burung tergantung burung – burung Pleci.

Para penghobi Burung Pleci, tak hanya pemula bahkan pelomba kawakan pun tak risih lagi membawa burung Pleci ini di lapangan. Mereka bangga tatkala gacoarnya ini jadi juara, karena dengan begitu pamornya naik, pleci pun naik tahta dan memiliki prestise tersendiri diantara jenis burung berkicau lainya. Burung hijau mungil dengan kacamata putih ini memang tengah naik daun di kalangan penggemar burung kicau.

Dahulu burung pleci memang tidak masuk dalam nominasi sebagai burung kicauan dan harganya sangat murah. Kini seiring popularitasnya yang tengah naik daun , burung pleci juara bisa mencapai jutaan rupiah.

Untuk burung Pleci yang sudah jadi, meski belum juara bisa mencapai 200-500 ribu, padahal harga bakalan hanya 10 ribu-25 ribu saja. Sebelum trend burung pleci bahkan harganya sangat murah yaitu hanya 3 ribu sampai 5 ribuan saja.

Harga bakalan pleci yang murah membuat burung yang satu ini bisa dijangkau bahkan oleh penghobi pemula seperti saya.Banyak penghobi yang ikut-ikutan tren dan mencoba peruntungan dari hobi burung pleci gacor. 

Namun untuk membuat burung pleci menjadi gacor alias ngoceh terus menerus, memerlukan ketelatenan dan keterampilan dalam melatihnya. Ada berbagai faktor seperti makanan, perlakuan dan genetik. 

Saat ini sebenarnya lebih mudah melatih burung pleci agar menjadi gacor karena  bisa menggunakan media digital, tidak harus dengan burung asli. Berbeda dengan jaman dahulu, untuk melatih burung pleci dan burung lain harus memiliki burung master. Kalau burung master terlalu bagus, justru burung pleci akan minder dan justru tidak mau berbunyi.

Untuk memilih bakalan burung pleci yang baik, bisa dari proses memilih dalam satu ombyokan ( kelompokan ) burung, karena biasanya bakalan burung pleci dijual dalam ombyokan ( kelompokan ) di kandang, pilihlah diantara burug pleci yang paling sering berkicau atau paling gacor. Burung pleci yang sering berbunyi dalam rombongan merupakan bakalan yang bagus nantinya. 

Cara lain memilih bakalan burung pleci yang baik adalah ciri fisiknya, Pleci yang siap bertarung dapat dilihat dari alis atau kacamatanya. Umumnya, yang fighter adalah memiliki alis atau kacamata tebal. Selain dua hal tersebut pilihlah burung pleci yang badannya kecil. 

Selain cara-cara tersebut ada cara instan dalam memilih pleci gacor yaitu membeli atau mencari sendiri burung pleci hasil pikatan bukan hasil menjaring. Memikat burung biasanya menggunakan burung umpan, burung pleci yang masuk perangkap biasanya adalah burung fighter. Namun resikonya jika burung stress tidak mau makan dan akan mengakibatkan kematian. Karakter pleci kacamata yang mirip-mirip anis merah, dan kebiasaannya ditrek dengan sesama jenisnya sebelum ke lapangan, membuatnya seperti peralihan dari anis merah menjadi pleci mania.

Perawatannya yang relatif mudah ini yang membuatnya lebih asyik dipelihara, makanan kesukaannya adalah pisang, pepaya, apel, pir, tomat,dan buah lainnya. sekarang banyak penghobi burung suka merawat jenis burung Pleci atau Kacamata ini, selain harganya relatif murah burung ini juga sangat mudah dirawat dan ngak gampang stres, Jenis burung ini juga masih dapat kita jumpai di alam bebas dan bukan tergolong burung langka atau dilindungi. Namun, jika hal ini terjadi penangkapan secara besar-besaran tidak menutup kemungkinan jenis burung tersebut akan menjadi punah.

Sumber Artikel : Beternak

Baca Selengkapnya - Burung Pleci Mania

Penyelundupan Paruh Enggang Berhasil Di Gagalkan

Berhasil Di Tangkap Penyelundup Paruh Enggang
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta bersama Petugas Keamanan Bandara Aviation Security Angkasa Pura II menggagalkan upaya penyelundupan ekspor paruh burung Enggang yang dilindungi.

Terdapat paruh burung Enggang sebanyak 248 buah, kulit trenggiling sebanyak 189 keping. Nilai yang ditaksir jika dijual sebesar Rp 1 milyar lebih.

Pelaku berasal dari negara Cina berjumlah empat orang. Dengan modus membawa sebagai barang bawaan penumpang.

Ke empat warga Cina tersebut ditangkap hari Kamis (3/1/13) jam 23.00 WIB  di terminal 2D  keberangkatan internasional setelah sebelumnya dicurigai oleh pihak AVSEC PT Angkasa Pura II membawa paruh burung Enggang dan Kulit Teringgiling.

''Mereka akan berangkat ke Hongkong dengan pesawat China Airlines Nomor penerbangan CI-678,'' kata Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Oza Olavia kepada wartawan, Jumat (4/1/13).

Menurut Oza, barang selundupan ini dibawa untuk penawar racun, karena terkait kepercayaan orang Cina. Paruh burung Enggang juga bisa dibuat cincin atau perhiasan lainnya.

Satu paruh bisa dihargai empat juta rupiah dan satu sisik Teringgiling bisa dihargai satu sampai dua dollar. ''Barang ini didapatkan dari kawasan Kalimantan karena ini tempat pengembang biakan burung Enggang,'' kata Oza.

Pelaku telah melanggar Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang konversi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya khusunya pasal 21 ayat 2, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Pelaku juga melanggar pasal 102A UU No 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU nomor 10 tahun 1995 yang akan diancam hukuman pidana 1 tahun serta denda paling sedikit Rp 50 juta.

Untuk tindak lanjut, pelaku dan barang bukti akan diserahkan kepada penyidik BKSDA. Sementara, Kepala Cabang Senior General Manager Bandara Soekarno Hatta, Bram Subroto mengimbau masyarakat jangan membawa barang yang tidak diperbolehkan untuk dibawa seperti barang langka yang dilindungi.

( Sumber : Repulika )

Baca Selengkapnya - Penyelundupan Paruh Enggang Berhasil Di Gagalkan

Burung Enggang Statusnya Terancam Punah

Burung Enggang Status waspada terancam Punah
Ekspedisi Uud Danum di Kabupaten Sintang menemukan fakta masih terus berlangsungnya pembantaian burung enggang, salah satu jenis satwa dilindungi. Enggang dibantai untuk diambil paruhnya dan diperdagangkan.

Anggota Ekspedisi Uud Danum, Firdaus, mengatakan, pembantaian terjadi di salah satu desa di Kecamatan Ambalau, Sintang. "Ada sedikitnya 14 ekor enggang yang diburu dan dibantai di wilayah itu," ujarnya, Rabu (19/12/2012).

Enggang adalah burung yang menjadi simbol Kalimantan Barat. Sepanjang tahun 2012, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar telah menggagalkan penyelundupan 270 paruh enggang.

Firdaus menjelaskan, paruh enggang dari Sintang itu kemudian dijual ke Sarawak, Malaysia. Dari tangan pemburu, paruh enggang itu dihargai Rp 4 juta per buah.
( Sumber : Kompas.com ).

Burung Dari Kalimantan


Burung Enggang atau Burung Rangkong ( bahasa Inggris: Hornbill ) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. 

Nama ilmiahnya "Buceros" merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti "tanduk sapi" dalam Bahasa Yunani. Burung Enggang tergolong dalam kelompok Bucerotidae yang termasuk 57 spesies. Sembilan spesies daripadanya berasal endemik di bagian selatan Afrika. Makanannya terutama buah-buahan juga kadal, kelelawar, tikus, ular dan berbagai jenis serangga.

Enggang ( Allo, Ruai/Arue sebutan bagi orang dayak ) adalah jenis burung yang ada di pulau Borneo. Burung enggang memiliki ukuran tubuh cukup besar, yaitu sekitar 100 cm. Ada sekitar 8 jenis burung enggang dengan warna tubuh perpaduan antara hitam dan putih, sedangkan warna paruhnya merupakan perpaduan warna kuning, jingga dan merah. 

Ciri khas dari burung ini adalah adanya cula paruh (casque) yang tumbuh di atas paruhnya. Burung yang makanannya buah ara ini mempunyai tingkah laku bersarang yang khusus. Burung enggang mempunyai kebiasaan hidup berpasang-pasangan dan cara bertelurnya merupakan suatu daya tarik tersendiri.

Pada awal masa bertelur burung jantan membuat lubang yang terletak tinggi pada batang pohon untuk tempat bersarang dan bertelurnya burung betina.kemudian burung jantan memberi makan burung betinanya melalui sebuah lubang kecil selama masa inkubasi, dan berlanjut sampai anak mereka tumbuh menjadi burung muda. 

Mengapa burung Enggang ini di jadikan sebagai simbol oleh suku dayak? Burung ini menyimbolkan suku dayak layaknya burung Merpati menyimbolkan kesucian dan keabadian dalam keagamaan Kristiani. Karena itu pula, burung enggang ini dijadikan sebagai contoh kehidupan bagi orang dayak untuk bermasyarakat agar selalu mencintai dan mengasihi pasangan hidupnya dan mengasuh anak mereka hingga menjadi seorang dayak yang mandiri dan dewasa. 

Namun sekarang ini burung enggang merupakan burung langka yang sudah sangat sulit di temui di hutan borneo, ini dikarenakan pengerusakan hutan borneo yang terus-menerus terjadi, seperti penebangan hutan baik illegal logging maupun untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. 

Nasib burung enggang ini sekarang sama seperti nasib suku Dayak di borneo yang semakin terpinggirkan di tanahnya sendiri. Sekarang burung ini hanya sebagai simbol dan hanya dapat dilihat dalam suatu rekaman gambar yang menunjukkan masa kejayaannya dimasa lampau. 

Burung ini hanya dapat dilihat sebagai simbol yang dilukiskan berupa motif seperti pada gambar ini. Kasihan sekali nasib mereka. Sebagian yang tersisa darinya hanya sebuah gambar dan segelintir bagian paruh dan bulu yang tetap di simpan rapi oleh masyarakat suku dayak. ( Sumber : Wikipedia )
Baca Selengkapnya - Burung Enggang Statusnya Terancam Punah

Burung Lautan

burung-burung yang hidup dilaut
Sejauh ini tidak ada definisi tunggal menyangkut burung laut, pada kelompok, suku atau spesies mana ia diletakkan; dan kebanyakan definisi yang dibuat sedikit banyak bersifat longgar. 

Menggunakan kata-kata dua orang ahli burung laut: "Satu karakter umum yang dipunyai semua burung laut, adalah bahwa burung-burung itu mencari makanannya di laut; namun, sebagaimana lazimnya pernyataan dalam ilmu biologi, yang selalu ada perkecualiannya, sebagian anggotanya tidak demikian.

Namun demikian, kesepakatan para ahli menggolongkan semua anggota ordo Sphenisciformes dan Procellariiformes, semua Pelecaniformes kecuali pecuk ular, dan sebagian Charadriiformes (skua, camar, dara-laut, auk dan skimmer) ke dalam burung laut. 

Burung kaki-rumbai (Phalaropidae) biasanya dimasukkan juga, karena walaupun burung-burung ini termasuk burung perancah, dua dari tiga jenisnya bersifat oseanik selama sembilan bulan dalam setahun; yakni terbang menyeberangi khatulistiwa untuk mencari makan di lautan.

Loon dan Titihan, yang bersarang di danau namun melewatkan musim dingin di laut, biasanya dikelompokkan dalam burung air tawar, bukan burung laut. Begitu pula suku Anatidae (bebek-bebekan), yang meskipun beberapa anggotanya hidup di laut semasa musim dingin, berdasarkan kesepakatan dianggap bukan burung laut. Banyak jenis burung perancah dan bangau yang hidup di pesisir pantai, namun tidak pula dikategorikan sebagai burung laut.

Burung laut adalah burung yang telah beradaptasi dengan kehidupan lingkungan laut. Meskipun burung laut sangat beragam dalam gaya hidup, perilaku dan fisiologi, mereka sering memperlihatkan evolusi konvergen yang mencolok, karena permasalahan lingkungan dan ladang makanan yang sama telah mengakibatkan adaptasi yang sama. Para burung laut pertama kali berevolusi pada periode Cretaceous, dan keluarga burung laut modern muncul pada masa Paleogen.

Secara umum, burung laut hidup lebih lama, lebih lambat berkembang biak, dan memiliki jumlah anak lebih sedikit dibanding jenis burung lain. Kebanyakan spesies membuat sarang dalam koloni mereka. Beberapa koloni ada yang hanya terdiri dari belasan burung, namun ada juga yang sampai jutaan burung. Banyak spesies yang melakukan migrasi tahunan.

Sumber : wikipedia
Baca Selengkapnya - Burung Lautan

Burung Cucak Kebon | Trucukan | Merbah Cerukcuk

Merbah cerukcuk adalah sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae
Burung Cucak Kebon atau banyak juga yang bilang trucukan atau jogjog pastinya para hobi burung mengenalnya dan burung jenis ini pastinya ada di setiap pasar burung dimanapun, karena burung cucak kebon ini sering banyak di tangkap.

Untuk masalah harga memang burung tersebut tidak terlalu mahal dan banyak juga yang memeliharanya untuk sekedar hobi karena untuk memeliharanya cukup gampang tidak terlalu sulit hanya dengan memberi dia makan buah - buahan dia pun pasti senang.

Merbah cerukcuk serumpun dengan burung cucak - cucakan  ( Family  Pycnonotidae ) seperti salah satunya yaitu burung kutilang mungkin merupakan burung yang paling banyak dipelihara oleh anak-anak di Jawa, terutama yang disukai adalah burung yang masih muda atau masih kecil, sehingga dapat dijinakkan.

Burung yang telah jinak kerap kali tidak akan pergi jauh dari kandangnya, walaupun dilepaskan dengan bebas, setiap saat atau setidaknya sore hari akan kembali untuk meminta makanan kepada pemeliharanya, dalam tangkaran, burung ini biasanya diberi makan buah-buahan seperti pepaya dan pisang, dan serangga kecil seperti ulat, belalang atau cengkerik.

Burung trucukan atau burung merbah atau disebut juga cucak-cucakan ( familia Pycnonotidae ) termasuk ke dalam suku burung kicau kawasan Asia tropis dan Afrika, burung dengan suara yang merdu dan variasi lagu beragam ini dalam bahasa Inggris disebut Bulbuls. ( Yellow-vented Bulbul ) Pycnonotus goiavier

Nama merbah ( bahasa Melayu ) merujuk pada jenis burung kicauan, berbulu suram dan tinggal di semak belukar, termasuk di dalamnya adalah jenis-jenis burung pelanduk, tepus, bentet dan lain-lain.

Burung cucak kebon atau Trucukan ini bukan jenis  burung petarung, namun burung ini bisa melakukan pertahanan untuk menjaga daerah teritorialnya. karena mempunyai kemampuan adaptasi yang cukup  tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

Burung ini berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm, dan sisi atas tubuh ( punggung, ekor ) berwarna coklat kelabu gelap, sisi bawah ( tenggorokan, dada dan perut ) putih kusam. Mahkota kehitaman, alis dan sekitar mata putih, dengan kekang ( garis di depan mata ) hitam. Sisi lambung dengan coretan-coretan coklat, dan penutup pantat berwarna kuning, iris mata berwarna coklat, paruh hitam dan kaki abu-abu merah jambu.

Merbah cerukcuk menyukai tempat-tempat terbuka, semak belukar, tepi jalan, kebun, dan hutan sekunder, burung ini sering berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain, tidur berkelompok dengan jenisnya, di ranting-ranting perdu atau pohon kecil.

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak, di pekarangan, burung ini kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak, selain itu ia juga memangsa aneka serangga, ulat dan hewan kecil lainnya seperti cacing dan merbah cerukcuk sering menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari makanan di atas tanah daripada jenis merbah lainnya.

Berbunyi nyaring dan berisik, cok, cok, ..cok-cok ! ; siulan pendek cuk-co-li-lek.. berulang, kadang-kadang dengan cepat; atau nyanyian bersuara lemah mirip gumam atau gerutuan burung, orang bilang biasanya dengan istilah, golokcilik,golokcilik, golokcilik begitulah bunyi kicauan serupanya.

Sarang cerukcuk berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus, dijalin dengan serat tumbuhan dan menempel pada dahan. Di Jawa Tengah didapati pula sarang yang dibangun di sela-sela buah pisang, telur dua atau tiga butir, berwarna keputihan berbintik coklat atau ungu, tercatat bersarang sepanjang tahun, dengan puncaknya Maret sampai Juni.

Burung ini menyebar luas di Asia Tenggara, Semenanjung Malaya dan Filipina. Di Indonesia didapati di Sumatra dan pulau-pulau di bagian timurnya, Kalimantan, Jawa dan Bali. Diduga diintroduksi ke Lombok dan Sulawesi Selatan. Umum terdapat sampai ketinggian 1.500 m dpl.

Beda Jantan Dan Betina Burung Trucukaan ini banyak yang mengatakan bahwa jika jantan  di dalam rongga mulutnya akana terlihat berwarna Kuning dan dapat di pastikan Burung Trucukan Jantan.

Dan jika burung trucukan jantan jika dia berkicau atau ngriwik akan terlihat jambul di atas kepalanya dan terdengar kicauannya atau ngriwiknya lebih keras dari pada betina.

Namun ada pula masukkan yang banyak mengatakan bahwa kelas burung pemakan buah - buahan ini seperti, burung cucak - cucakan kebon, kutilang dan cucak rowo ( Cucak Ijo tidak termasuk ) yang rewel atau yang mempunyai suara ngerol dan ngeropel adalah jenis kelamin yang Betina.



Baca Selengkapnya - Burung Cucak Kebon | Trucukan | Merbah Cerukcuk

Kucing Bengal | Asian Leopard Cat

Asian Leopard Cat yang sering disebut sebagai Bengal Tiger.
Asal - usul Nama bengal sendiri berasal dari nama ilmiah Asian Leopard Cat yang sering disebut sebagai Bengal Tiger, jika kita perhatikan Hewan yang satu ini hampir mirip dengan Kucing Hutan, dari segi warna bulunya yang loreng, sedangkan nama bengal itu sendiri di masyarkat pada umumnya yaitu yang berarti Nakal.

Kucing Bengal ini merupakan kucing yang penyayang, sangat mengasihi, suka berkawan, sangat aktif dan sentiasa ingin bermain dan menyukai air. Pemilik kucing bengal otomatis akan sangat sayang kepadanya, karena karakter yang baik dan unik tersebut, mereka mampu memuaskan hati pemiliknya.

Bentuk kepala kucing bengal besar dan agak panjang, tetapi lebih kecil dibandingkan porsi tubuhnya. Lehernya besar, panjang dan berotot, seimbang dengan ukuran kepala. Hidung besar dan lebar, sedangkan kulit hidung berwarna merah dengan garis luar hitam. Telinga sedang dan menghadap kedepan. Mata lebar dan bulat seperti buah almond, berwarna hijau atau amber.

Pola warna bengal sangat khas yaitu tabby spotted yang berwarna kehitam-hitaman, coklat atau cinnamon, dan garis horizontal hitam dibagian pundak, serta lingkaran berbentuk cincin pada ekor dengan ujung berwarna gelap. Warna dasar orange lebih disukai. Dikenal juga pola classic tabby yang terlihat seperti pola oyster di bagian paha dan pola kupu-kupu di bagian bahu.

Awal cerita tentang awal dari lahirnya Kucing Bengal ini ialah, Ada Seorang ahli genetik dan breeder kucing di California mencoba untuk menyilangkan Asian Leopard Cat dengan American Shorthair.

Perkawinan silang ini bertujuan untuk mendapatkan pola "spotted wild cat" pada kucing domestik, selanjutnya anak betina keturunannya disilangkan kembali dengan bapaknya sehingga dihasilkan anak kucing dengan pola spotted yang kemudian dikenal dengan ras Bengal, ras ini merupakan keturunan dari wild cat dan masih jarang ditemui.

Tahun 1973 Dr. Centerwall dari California University melanjutkan program persilangan tersebut untuk mendapatkan the Asian Leopard Cat yang tahan terhadap penyakit Feline Leukemia yang disebabkan oleh sejenis virus. Tahun 1983 ras ini didaftarkan di asosiasi/federasi TICA, sedangkan federasi FiFe baru belakangan ini mengakuinya. Bengal baru diperkenalkan di Perancis pada tahun 1991.

Pada bulan februari 1998, seekor kucing bengal bernama Cato, memegang rekor sebagai kucing termahal di dunia. Cato dibeli oleh Cindy Jackson (London, Inggris) dengan harga 41.435 USD (Sekitar Rp 372,6 Juta). Cindy sendiri adalah seorang pemegang rekor dunia sebagai orang yang menjalani operasi plastik terbanyak terbanyak. Rekor kucing termahal ini hanya bertahan hingga tahun 2005.

Kucing ras Bengal merupakan kucing yang cerdas dan aktif, salah satu ciri khasnya adalah kesukaan akan air, mereka suka bila sebagian tubuhnya basah oleh air, mereka senang sekali mandi dan berendam dalam bathtub bersama pemiliknya.

Breed Standard (SOP = Standard Of Points), Hampir seluruh asosiasi/federasi/organisasi internasional memiliki standard (breed standard atau SOP = Standard Of Points) kucing ini.

Lihat Foto - Foto :  Kucing Bengal

Sumber Artikel : Kucing Bengal


Baca Selengkapnya - Kucing Bengal | Asian Leopard Cat

Kucing Toyger Si Harimau Kecil

Toyger Cat Kucing Hasil Persilangan
Kucing Toyger adalah mengandung arti dari Toy - Tiger yaitu Harimau yang bisa diajak bermain, khusus hewan yang satu ini yaitu Kucing Toyger merupakan hasil persilangan kucing domestik belang yang berbulu pendek dengan kucing ras Bengal, tujuannya untuk menghasilkan harimau kecil yang bisa diajak main dan dipelihara di dalam rumah.

Asal - usul Kucing Toyger ini ditemukan dan dikembangkan oleh Judy Sugden sekitar tahun 1980-an, pemilik sebuah Cattery di Amerika yang bernama EEYAAS Cattery.

Ras ini masih dalam pengembangan, pertama kali diakui untuk registrasi oleh The International Cat Association (TICA) pada awal tahun 1990-an, beberapa breeder di AS dan Inggris berusaha mengembangkan ras ini Toyger mendapatkan status Preliminary New Breed pada tahun 2000. 

Ada juga yang mengatakan bahwa Kucing Toyger mempunyai Asal-Usul Yang Sangat Misterius, karena ada juga cerita yang mengatakan bahwa Sekitar tahun 1967 di New York, Amerika Serikat, pemilik Neotype Cattery yang bernama Jennie Robinson membeli sebuah rumah dan ternyata dalam penjualan rumah itu mereka juga mendapat paket sepasang kucing juga.

Nama kucing itu adalah Thomas Dan Shirley, namun tidak diketahui mengenai latar belakang maupun jenis kucing asal induknya, jenis kucing tersebut memiliki warna cokelat dan berbulu semi longhair dan tipe badan semi foreign, dan khirnya kedua pasangan kucing itu melahirkan 6 ekor anak, dan anehnya semua Anak Kucing mirip dengan ibunya yang berwarna coklat solid.

Kemudian Jennie Robinson membuat sebuah progam pengembangbiakkan kucing. Tepatnya tahun 1970 Jennie mendaftarkan Thomas dan shirley beserta anak kucing mereka ke ACA ( American cat Association ).

Beberapa ahli menduga bahwa kucing tersebut hanya keturunan dari Burmese, namun mereka tidak memiliki warna sepia yang merupakan ciri khas burmese, beberapa kucing tersebur dijual kepada Sigyn Lund (peternak kucing Burmese), kemudian dia memperkenalkan ras Tifanny, karena jumlahnya yang sedikit ACA akhirnya menghapus Ras Kucing Tiffany ini, namun tidak lama berselang di Kanada ada banyak pecinta kucing yang menemukan ras ini dan memutuskan untuk melestarikan mereka.( Sumber Asal-usul Toyger )

Kucing Toyger ini mempunyai ukuran tubuh yang sedang dengan bulu yang menyerupai bengal, Kucing Toyger mempunyai temperamen yang baik dengan kesehatan yang baik dan relatif tahan terhadap penyakit dan memang Warna idealnya adalah warna oranye tua dengan belang hitam seperti pada harimau, pola belang memanjang tanpa ada spot dan mempunyai Telinga kecil dan bulat, secara keseluruhan Kucing Toyger ini mempunyai struktur pertulangan yang padat dan seimbang serta proposional tubuhnya.

Lihat Foto - foto :  Kucing Toyger

Sumber : Kucing Toyger, 

Baca Selengkapnya - Kucing Toyger Si Harimau Kecil

Kucing Anggora | Turkish Angora

Kucing Asal Turki | Turkish Angora
Khusus hewan Kucing yang satu ini biasanya banyak di sukai oleh kaum wanita dan anak - anak, bagaimana tidak hampir seluruh lapisan masyarakat di di dunia telah mengetahui bahwa hewan atau binatang Kucing ini sangat lucu dan indah serta beragam corak warna dan bulu - bulu yang lebat.

Yang kita bicarakan di sini adalah Kucing Anggora atau Turkish Angora, ada juga kucing anggora ini merupakan kucing dengan Ras yang tertua di dunia hingga kini.

Kucing Anggora (Angora / Angola), adalah salah satu kucing ras tertua yang berasal dari Angora (sejak 1930 disebut Ankara), Turki. Kucing ini terlihat mirip dengan kucing Persia, tapi yang membedakan menurut saya adalah dilihat dari moncong hidungnya, karena Kucing Persia lebih pesek sedang Kucing Anggora sedikit mancung.

Kucing Anggora sudah ada dan dikenal sejak abad ke-16, terutama jenis Kucing Anggora yang memiliki bulu panjang, kucing Anggora berbulu panjang ini mempunyai sejarah yang paling tua, melihat namanya, kucing ini memang berasal dari turki, dan nama angora diambil dari nama ibukota Turki, Angora (Ankara).

Kucing Anggora ini mempunyai ekor yang halus dengan bulu panjang medium, dengan struktur tulang terlihat jelas, dan tampaknya ada hubungan antara kucing Ankara ini dengan Kucing Persia, dan Turkish angora ini merupakan sepupu jauh dari Turkish Van, meskipun mereka dikenal dengan kucing yang mempunyai bulu shimmery putih.

Umumnya Ciri Kucing Anggora warna bulunya putih, ungu muda, dan coklat tua, bulu di badan Kucing Anggora mempunyai panjangnya sedang, sedangkan di bagian leher lebih panjang dan dibagian perut dan ekor, bulunya lebih tebal dan panjang. 

Bulu telinga Kucing Anggora halusnya seperti sutera, sedangkan bulu yang berada di bagian bawah Kucing Anggora lebih sedikit dan licin, kucing Anggora ini tidak memiliki dua lapisan bulu, seperti halnya kucing Persian, pada kucing Persian, di bawah bulu panjangnya, terdapat satu lapisan bulu yang halus, seperti beludru, oleh sebab itu, bulu Kucing Anggora lebih mudah disisir dan dirapikan, daripada kucing Persian. Bulu Kucing Anggora cukup disisir seminggu sekali, tetapi pada saat kucing sedang berganti bulu, perlu disisir tiap hari.

Kepala Kucing Anggora membentuk huruf V, telinganya besar dan lancip, lehernya panjang dan halus, matanya berbentuk lonjong, berbadan kecil dan panjang. Ototnya tebal, Kucing Anggora memiliki ukuran bahu dan pantat sama lebarnya, tapi pantat Kucing Anggora agak kurus dan panjang, kaki belakang Kucing Anggora lebih panjang dari kaki depan. Ekor kucing Kucing Anggora panjang dan kecil, bulu ekornya seperti bulu burung, pada jari kaki tengah Kucing Anggora ada bulu panjang.

Saat ini lebih dari dua puluhan varietas jenis kucing angora, meliputi bulu warna hitam, biru dan kemerahan, dengan bentuk tabby atau tabby putih, bersama dengan varietas warna smoke dan hampir dengan berbagai macam warna seperti lingkaran, lavender, coklat cinnamon. 

Mata bisa berwarna biru, hijau, atau amber. bahkan bisa satu warna biru dan satu wana amber atau hijau. Gen W berperan pada bulu berwana putih dan mata biru berhubungan dengan kemampuan pendengaran, dan kehadiran mata berwarna biru dapat mengindikasikan telinga kucing tuli disisi mata biru itu berada.

Namun banyak juga kucing mata biru atau mata aneh yang lain yang mempunyai pendengaran normal, bahkan kucing yang tuli mempunyai kehidupan yang normal jika berada di dalam rumah ( indoor), telinga berbentuk besar dan tegak menunjuk ke atas, matanya berbentuk almond dan kepalanya besar disertai kerucut muka ke depan. Ciri lainnya adalah ekor yang tegak dan menjuntai keatas. Kucing angora berjalan dengan anggun dan seringkali ekornya menjuntai tegak keatas.

Kucing Anggora yang saat ini kita kenal disebut juga Turkish Angora atau Kucing Kedisi Ankara. Sebenarnya kucing Turkish Angora yang asli hanyalah memiliki warna bulu putih dengan mata biru atau kuning. Namun saat ini terdapat berbagai variasi warna seperti putih, hitam, cokelat, blangtelon (tiga warna), kucing, dan lain sebagainya.

Ingin Melihat Foto-foto Kucing Anggora >>Kucing Anggora <<

Sumber : Dari Berbagai Artikel


Baca Selengkapnya - Kucing Anggora | Turkish Angora

Burung Kenari Dan Asal-Usulnya

Asal-Usul Burung Kenari
Burung Kenari semua orang pasti sudah mengenalnya baik dari jenis dan dan suaranya, dan semua orang pasti menyukai burung ini disamping karena hobi yang akhirnya menjadi mata pencaharian sebagai sumber penghasilan karena memang burung ini sekarang sudah banyak peternaknya, tapi tahukah anda tentang Burung Kenari ini asal-usulnya.

Burung Kenari ini hidup aslinya sebenarnya di daerah hutan terbuka, makanan aslinya adalah biji-bijian serta buah-buahan dan serangga-serangga kecil, sarangnya terbuat dari dedaunan dan serat kayu.

Burung Jenis Kenari ini adalah merupakan anggota dari kelompok gelatik yang sangat riang bernyanyi, dan tahukah anda, bahwa Kenari saat ini yang berada di Indonesia sudah merupakan keturunan Kenari - kenari liar yang berasal dari Kepulauan Canary.

Tapi apakah anda sudah mengetahui nya tentang Kepulauan Canary, Kepulauan Canaria terdiri dari tujuh pulau vulkanik yang terletak di Samudra Atlantik, sebelah barat laut pesisir Afrika ( Maroko dan Sahara Barat), kepulauan ini termasuk dalam wilayah Spanyol dan merupakan salah satu komunitas otonomi negara itu. Kepulauan Canaria juga diklaim oleh Maroko.

Awal cerita tentang Burung Kenari ini pada tahun 1478 kepulauan Canary ditaklukan oleh Spanyol, kemudian Kenari liar yang berhasil di tangkap di ternakkan di Spanyol, dan suatu hari kapal Spanyol yang membawa barang dagangan burung Kenari kandas di dekat Pulau Elba, Italia dan akhirnya Burung Kenari tersebut banyak yang terbang dan lepas ke Pulau Elba akhirnya berkembang biak di pulau tersebut, bangsa Spanyol hampir kurang lebih seabad lamanya menguasai perdagangan Burung Kenari di Dunia.

Hingga akhirnya Bangsa Italia dan Jerman pun ikut juga dalam menernakkan Burung Kenari sekaligus memperdagangkannya ke seluruh Eropa, yang pada akhirnya banyak istilah burung Kenari Holland, Jerman, Kenari Rusia dan Belgia, ada juga Kenari Norwich, Kenari Yorkshire, Kenari Gloster dan Burung Kenari Roller.

Di Indonesia lebih di kenal dengan Kenari Fusan atau Kenari Taiwan Yorkshire dan persilangannya, karena bangsa Eropa ini membawa burung kenari berkeliling dunia sebagai burung peliharaannya hingga sampai dim Indonesia, China Selatan serta India, sedangkan di Indonesia sendiri kenari ini tersebar ke daerah Jawa, Kalimantan serta Pulau Sumatera.

Sumber dari : Anang Dewanto & Maloedyn Sitanggang, dalam Bukunya merawat dan melatih burung kicauan dan Wikipedia

Baca Selengkapnya - Burung Kenari Dan Asal-Usulnya

Burung Branjangan - Mirafra Javanica

Burung Branjangan Species asli Jawa
Burung ini sekilas memang mirip dengan burung gereja dari segi warna dan ukuruan tubuhnya, dan burung branjangan ini mamang merupakan spesies asli dari pulau Jawa, hingga penyebarannya sampai ke pulau Sumatera, Kalimantan dan bebrapa pulau di Indonesia.

Menurut saya juga burung Branjangan ini tidak banyak yang menyukainya, dan bisa di katakan hanya beberapa orang saja yang memang memelihara burung tersebut dan dikarena juga memang untuk burung Branjangan ini tidak sebanyak populasinya di negeri ini jika di bandingkan dengan burung yang ada khususnya di pulau Jawa.

Dari ukuran tubuh mirip sekali sebesar burung Gereja jika anda tahu, akan tetapi untuk jenis suaranya tentunya tidak sama dengan burung gereja, malah sebaliknya burung branjangan tidak kalah pintarnya dengan burung berkicau lainnya, burung ini dapat dan pandai juga menirukan jenis suara burung-burung lainnya seperti dapat mengikuti suara burung ciblek, prenjak, lovebir dan burung - burung di sekitarnya, dan burung branjangan ini mempunyai ciri khusus dalam berkicau, yaitu dia berkicau sambil terbang naik dan turun.

Hidup di alamnya adalah di area pesawahan dan padang alam terbuka, namun ada juga yang bilang bahwa burung ini ada juga di daerah dekat laut atau pantai dan selalu bergerombol di atas atau di tepi - tepi karang dan menyukai udara yang panas, karena habitanya selain yang katanya di tepi pantai dia juga di tanah sawah, dahulu masih banyak burung ini di dareah sawah dan sering terlihat jika sawah selesai di panen.


Suara Burung Branjangan, Mirafra Javanica

Baca Selengkapnya - Burung Branjangan - Mirafra Javanica

Tips Mempersiapkan Burung Sebelum Kontes

Mempersiapkan Burung sebelum kontes
Banyak penggemar burung berkicau bukan sekedar hobi memelihara burung di rumah tapi juga ada yang memang mengkondisikan burung kicauannya untuk ikut di lombakan, baik itu sekedar hanya iseng - iseng saja maupun suatu Prestice di kalangan Kicau Mania untuk mendongkrak harga jual burung tersebut.

Perlu dipahami bahwa burung yang akan dibawa ke arena tempur dilapangan harus diperhatikan secara rinci, dan kita harus benar-benar memperhatikan kualitas burung kita, baik mental, volume suara, gaya, fisik, dan variasi-variasi ocehannya, tidak jarang burung yang sudah tampil bagus dirumah akan ngambek sesampainya dilapangan, bisa juga penyebabnya adalah faktor fisik dan mental yang kurang siap dan beberapa hal non teknis.

Mengikuti burung ke dalam perlombaan burung berkicau, kita harus  mengetahui kualitas mental, suara atau volume dan fisik burung kita dan jangan mengikuti nafsu keinginan kita karena yang bertanding bukan kita tapi burung kita, biasanya burung kita jika dirumah rajin berkicau dan terlihat vit tapi begitu turun di arena lomba malah melempem kaya krupuk tidak mau fighter atau tidak bekerja dilapangan, banyak hal yang demikian di alami oleh seluruh burung peserta kontes, mungkin saja hal tersebut karena kurangnya persiapan khusus yang pada akhirnya sangat membuat kita kecewa.

Ada beberapa hal sedikitnya yang perlu diperhatikan saat kita akan mengikut sertakan burung kita ke arena lomba agar kondisi mental dan performa burung stabil sesampainya di Lapangan, diantaranya adalah :
  1. Persiapkan burung yang akan dilombakan kira-kira 2 – 1 minggu burung tersebut jangan dibawa latihan atau dipertemukan dengan sejenisnya atau lawan jenisnya, namun 2-3 hari sebelum lomba boleh didekatkan dengan betinanya jika memang setelannya seperti itu ( biasanya burung anis merah ).
  2. Sering dikerodong/kain penutup sangkar dan boleh dibuka seperlunya seperti mandi jemur dan memberikannya makanan.
  3. Sesaat sebelum berangkat dari rumah menuju arena lomba, burung diberikan makanan yang segar dan alami seperti telor semut ( kroto ), ataupun buah-buahan segar seperti apel, pepaya, pear, pisang. ( Untuk pemberian kroto sebaiknya diberikan 4-5 harinya sebelum turun lapangan secara rutin berikanlah secukupnya dan jangan ada yang tersisa di sangkar, karena kroto atau makanan yang tersisa dapat menyebabkan  busuk ).
  4. Sebelum berangkat, semprotkan atau spray burung tersebut secukupnya agar burung tidak kepanasan dan akan tetap segar.
  5. Tutup sangkar burung dengan krodong secara rapat dalam perjalanan ( krodong/kain penutup sangkar) harus pas ukurannya dengan sangkarnya, jangan terlalu besar.
  6. Untuk jarak lomba yang dekat kurang dari 2 jam perjalanan burung tidak perlu diberikan obat anti stres, tapi jika perjalanan menumpuh waktu lebih dari 3 hingga 7 jam diperlukan obat anti stres sekitar 2-3 hari sebelum berangkat.
  7. Burung sebaiknnya sudah sampai di lokasi lomba, kurang lebihnya 2 jam sebelum dimulai lomba agar burung tidak mengalami stres ataupun merasa kaget, alasannya agar burung tenang dan istirahat dahulu setelah menempuh perjalanan.
  8. Simpan dan gantang burung kita sesampainya dilokasi dengan mencari tempat yang teduh dan jauhkan dari burung lomba lainnya, dan krodong segera dibuka sebagian saja agar burung dapat menghirup udara segar kembali.
  9. Beri kroto ataupun jangkrik dan ulat hongkong sesuai dengan menu dan makanannya agar burung  segar kembali.
Cukup sudah saya berbagi info kepada para pecinta burung berkicau, saya rasa tips diatas bisa dipakai jika burung anda ingin mengikuti lomba, ini adalah sekedar sharing saja yang mungkin bisa menjadi manfaat buat para pehobi burung di Indonesia, dan atas kekurangannya mohon dimaklumi.

Baca Selengkapnya - Tips Mempersiapkan Burung Sebelum Kontes